MAKALAH
KOMUNIKASI DATA
MAKALAH
KOMUNIKASI
DATA
DISUSUN
OLEH :
NAMA : SALSHABILLA
AZIZAH A(1803010029)
MATA
KULIAH :
PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI
PROGRAM
STUDI : INFORMATIKA
KELAS : 1F
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan
karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah “PENGANTAR
TEKNOLOGI INFORMASI “ ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen pembimbing kami
MOCH HARI PURWIDIANTORO,S.T,M.M. yang telah memberikan dukungan dalam
menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini
masih banyak kekurangan, oleh sebab itu kami mengharapkan kritik dan saran yang
membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi
pembaca dan teman-teman.
Cawas,
24 Desember 2018
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR..............................................................................................
1
DAFTAR
ISI.............................................................................................................
2
BAB
I : PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang...............................................................................................
3
1.2.Rumusan
Masalah..........................................................................................
3
1.3.
Tujuan...........................................................................................................
4
BAB
II : PEMBAHASAN
2.1.Pengertian
Komunikasi
Data......................................................................... 5
2.2.Transmisi
Paralel dan
Serial.......................................................................... 20
2.3.Sandi
Data.....................................................................................................
25
2.4.Model
Komunikasi
Data............................................................................... 28
2.5.Standar...........................................................................................................
29
2.6.Terminal
Data.................................................................................................31
BAB
III : PENUTUP
3.1 Kesimpulan.....................................................................................................
33
DAFTAR
PUSTAKA...............................................................................................
34
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada saat itu komputer masih sangat sederhana.
Berkat kemajuan teknologi di bidang elektronika, komputer mulai berkembang
pesat dan semakin dirasakan manfaatnya dalam kehidupan kita. Saat ini komputer
sudah menjamur di mana-mana. Komputer tidak hanya dimonopoli oleh
perusahaan-perusahaan, universitas-univeristas, atau lembaga-lembaga lainnya,
tetapi sekarang komputer sudah dapat dimiliki secara pribadi seperti layaknya
kita memiliki radio.
Pengertian
Komunikasi data berhubungan erat dengan pengiriman data menggunakan sistem
transmisi elektronik satu terminal komputer ke terminal komputer lain. Data
yang dimaksud adalah sinyal-sinyal elektromagnetik yang dibangkitkan oleh
sumber data yang dapat ditangkap dan dikirimkan ke terminal-terminal penerima.
Yang dimaksud terminal adalah peralatan untuk terminal suatu data seperti disk
drive, printer, monitor, papan ketik, scanner dan lain sebagainya.
Komunikasi
data merupakan teknologi yang menggabungkan aspek jaringan telekomunikasi
dengan sistem komputer sehingga menambah nilai sistem komputer. Berbagai macam
komputer dapat saling berkomunikasi dan memanfaatkan kemampuannya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Komunikasi data?
2. Apa Pengertian Transmisi Paralel dan
Serial?
3. Apa Pengertian Sistem Sandi Data?
4. Berapa Model Komunikasi Data?
5. Apa Pengertian Standar?
6. Apa Pengertian Terminal Data?
1.3 Tujuan
1. Untuk Mengetahui Pengertian Komunikasi
data?
2. Untuk Mengetahui Pengertian Transmisi
Paralel dan Serial?
3. Untuk Mengetahui Pengertian Sistem Sandi
Data?
4. Untuk Mengetahui Beberapa Model
Komunikasi Data?
5. Untuk Mengetahui Pengertian Standar?
6. Untuk Mengetahui Pengertian Terminal
Data?
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1.
Pengertian Komunikasi Data
Komunikasi
data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan
dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputer-komputer
dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui
media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan oleh isyarat
digital. Komunikasi data merupakan baguan vital dari suatu masyarakat informasi
karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputer-komputer
dapat berkomunikasi satu sama lain
Komunikasi
Data merupakan bentuk komunikasi yang secara khusus berkaitan dengan transmisi
atau pemindahan data antara komputer-komputer, komputer dengan piranti-piranti
yang lain dalam bentuk data digital yang dikirimkan melalui media Komunikasi
Data.
Komunikasi
Data saat ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, karena telah diterapkan
dalam berbagai bentuk aplikasi misal: komunikasi antar komputer yang populer
dengan istilah internet, Handphone ke komputer, Handphone ke Handphone,
komputer atau handphone ke perangkat lain, misal: printer, fax, telpon, camera
video dll. Secara umum ada dua jenis
komunikasi data, yaitu:
a. Melalui Infrastruktur Terestrial
Menggunakan
media kabel dan nirkabel sebagai aksesnya. Membutuhkan biaya yang tinggi untuk
membangun infrastruktur jenis ini. Beberapa layanan yang termasuk teresterial
antara lain: Sambungan Data Langsung (SDL), Frame Relay, VPN MultiService dan
Sambungan Komunikasi Data Paket (SKDP).
b. Melalui Satelit
Menggunakan
satelit sebagai aksesnya. Biasanya wilayah yang dicakup akses satelit lebih
luas dan mampu menjangkau lokasi yang tidak memungkinkan dibangunnya
infrastruktur terestrial namun membutuhkan waktu yang lama untuk berlangsungnya
proses komunikasi. Kelemahan lain dari komunikasi via satelit adalah adanya
gangguan yang disebabkan oleh radiasi gelombang matahari (Sun Outage) dan yang
paling parah terjadi setiap 11 tahun sekali
Jaringan
komputer mulai berkembang di awal tahun 1980 sebagai media komunikasi
komunikasi yang berkembang pesat. Sehingga sampai saat ini komputer menjadi
sarana komunikasi yang sangat efektif dan hampir seluruh bentuk informasi
melibatkan komputer dalam penggunaannya.
Dengan
ditemukannya internet, berbagai informasi bisa diakses dari rumah dengan biaya
yang murah. Komunikasi data sebenarnya merupakan gabungan dua teknik yang sama
sekali jauh berbeda yaitu pengolahan data dan telekomunikasi. Dapat diartikan
bahwa komunikasi data memberikan layanan komunikasi jarauk juah dengan sistem
komputer.
Selain
beberapa jenis komunikasi seperti yang dijelaskan diatas masih terdapat
jenis-jenis yang lainnya yaitu:
a. Komunikasi data analog. Komunikasi data
analog contohnya adalah telepon umum – PSTN (Public Switched Telepohone
Network).
b. Komunikasi data digital. Komunikasi data
digital contohnya adalah komunikasi yang terjadi pada komputer. Dalam komputer,
data-data diolah secara digital. VoIP (Voice over Internet Protocol) merupakan
teknik komunikasi suara melalui jaringan internet. Suara yang merupakan data
analog diubah menajdi data digital oleh decoder.data digital tersebut
di-compress dan di-transmit melalui jaringan IP. Oleh karena data dikirimkan
melalui IP, maka data dikirimkan secara ‘Switcing Packet’ yaitu data dipecah
menjadi paket-paket. Informasi dibagi-bagi dalam paket yang panjangnya tertentu
kemudian tiap paket dikirimkan secara individual. Paket data mengandung alamat
sehingga dapat dikirimkan ke tujuan dengan benar. Dalam VoIP, terdapat berbagai
protokol yang digunakan diantaranya protokol H.323 yang merupakan protokol
standar untuk komunikasi multimedia seperti audio, video dan data real time
melalui jaringan berbasis paket seperti Internet Protocol (IP). Protokol H.323 mempunyai
komponen seperi terminal, gateway, gatekeeper dan MCU (Multipoint Control
Unit). Dalam komunikasi data pada VoIP, secara diagramnya terdiri atas sumber,
voice coder serta jaringan internet. Voice coder merupakan pengkonversi suara
dari data analog menjadi digital. Dalam voip ini masih memiliki
kelemahan-kelemahan seperti delay yang masih cukup tinggi dibandingkan dengan
telepon biasa (PSTN). Diharapkan dalam perkembangannya, VoIP dapat meiliki
perkembangan yang baik seperti delay yang diperkecil, sehingga dapat diambil
keuntungannya yaitu komunikasi lebih murah terutama untuk komunikasi jarak jauh
atau interlokal.
2.1.1 Model Komunikasi
Dalam
proses komunikasi data dari satu lokasi ke lokasi yang lain, harus ada minimal
3 unsur utama sistem yaitu sumber data, media transmisi dan penerima. Andaikan
salah satu unsur tidak ada, maka komunikasi tidak dapat dilakukan. Secara garis
besar proses komunikasi data digambarkan berikut ini :
a. Sumber Data.
Pengertian
sumber data adalah unsur yang bertugas untuk mengirimkan informasi, misalkan
terminal komputer, Sumber data ini membangkitkan berita atau informasi dan
menempatkannya pada media transmisi. Sumber pada umumnya dilengkapi dengan
transmitter yang berfungsi untuk mengubah informasi yang akan dikirimkan
menjadi bentuk yang sesuai dengan media transmisi yang digunakan, antara lain
pulsa listrik, gelombang elektromagnetik, pulsa digital. Contoh dari transmisi
adalah modem yaitu perangkat yang bertugas untuk membangkitkan digital
bitstream dari PC sebagai sumber data mejadi analog yang dapat dikirimkan
melalui jaringan telepon biasa menuju ke tujuan.
b. Media Transmisi
Media
transmisi data merupakan jalur dimana proses pengiriman data daari satu sumber
ke penerima data. Beberapa media transmisi data yang dapat digunakan jalur
transmisi atau carrier dari data yang dikirimkan, dapat berupa kabel, gelombang
elektromagnetik, dan lain-lain. Dalam hal ini berfungsi sebagai jalur informasi
untuk sampai pada tujuannya. Ada beberapa hal yang berhubungan dengan transmisi
data yaitu kapasitas dan tipe channel transmisi, kode transmisi, mode
transmisi, protokol yang digunakan dan penggunaan kesalahan transmisi.Beberapa
media transmisi yang digunaka antara lain: twisted pair, kabel coaxial, serat
optik dan gelombang elektromagnetik.
c. Penerima Data.
Pengertian
penerima data adalah alat yang menerima data atau informasi, misalkan pesawat
telepon, terninal komputer, dan lain-lain. Berfungsi mnerima data yang dikirimkan
oleh suatu sumber informasi. Perima merupakan suata alat yang disebut receiver
yang fungsinya untuk menerima sinyal dari sistem transmisi dan menggabungkannya
ke dalam bentuk tertentu yang dapat ditangkap dan digunakan oleh penerima.
Sebagai contoh modem yang berfungsi sebagai receiver yang menerima sinyal
analog yang dikirim melalui kabel telepon dan mengubahnya menjadi suatu bit
stream agar dapat ditangkap oleh komputer penerima.
Transmiter
(Pengirim) Biasanya data yang dibangkitkan dari sistem sumber tidak
ditransmisikan secara langsung dalam bentuk aslinya. Sebuah transmisi cukup
memindah dan menandai informasi dengan cara yang sama seperti menghasilkan
sinyal-sinyal elektromagnetik yang dapat ditransmisikan melewati beberapa
sistem transmisi berurutan. Sebagai contoh, sebuah modem tugasnya menyalurkan
suatu digital bit stream dari suatu alat yang sebelumnya sudah dipersiapkan
misalnya PC, dan menstransformasikan bit stream tersebut menjadi suatu sinyal
analog yang dapat ditransmisikan melalui jaringan telepon.
Sistem
Transmisi Berupa jalur transmisi tunggal atau jaringan kompleks yang
menghubungkan antara sumber dengan tujuan.
Receiver
(Penerima). Receiver menerima sinyal dari sistem transmisi dan menggabungkannya
ke dalam bentuk tertentu yang dapat ditangkap oleh tujuan. Sebagai contoh,
sebuah modem akan menerima suatu sinyal analog yang datang dari jaringan atau
jalur transmisi dan mengubahnya menjadi suatu digital bit stream. Destination
(Tujuan) Menangkap data yang dihasilkan okeh receiver.
2.1.2 Bentuk-Bentuk Komunikasi Data
Suatu
sistem komunikasi data dapat berbentuk offline communication system (sistem
komunikasi offline) atau online communication system (sistem komunikasi
online). Sistem komunikasi data dapat dimulai dengan sistem yang sederhana,
seperti misalnya jaringan akses terminal, yaitu jaringan yang memungkinkan
seorang operator mendapatkan akses ke fasilitas yang tersedia dalam jaringan
tersebut. Operator bisa mengakses komputer guna memperoleh fasilitas, misalnya
menjalankan program aplikasi, mengakses database, dan melakukan komunikasi
dengan operator lain. Dalam lingkungan ideal, semua fasilitas ini harus tampak
seakan-akan dalam terminalnya, walaupun sesungguhnya secara fisik berada pada
lokasi yang terpisah.
a. Sistem Komunikasi Off line.
Sistem
komunikasi Offline adalah suatu sistem pengiriman data melalui fasilitas
telekomunikasi dari satu lokasi ke pusat pengolahan data, tetapi data yang
dikirim tidak langsung diproses oleh CPU (Central Processing Unit). Seperti
pada Gambar 4.3, di mana data yang akan diproses dibaca oleh terminal, kemudian
dengan menggunakan modem, data tersebut dikirim melalui telekomunikasi. Di
tempat tujuan data diterima juga oleh modem, kemudian oleh terminal, data
disimpan ke alamat perekam seperti pada disket, magnetic tape, dan lain-lain.
Dari alat perekam data ini, nantinya dapat diproses oleh komputer.
Peralatan-peralatan yang diperlukan dalam sistem komunikasi offline, antara
lain :
1. Terminal
Terminal
adalah suatu I/O device yang digunakan untuk mengirim data dan menerima data
jarak jauh dengan menggunakan fasilitas telekomunikasi. Peralatan terminal ini
bermacam-macam, seperti magnetic tape unit, disk drive, paper tape, dan
lain-lain.
2. Jalur komunikasi
Jalur
komunikasi adalah fasilitas telekomunikasi yang sering digunakan, seperti
telepon, telegraf, telex, dan dapat juga dengan fasilitas lainnya.
3. Modem
Model
adalah singkatan dari Modulator / Demodulator. Suatu alat yang mengalihkan data
dari sistem kode digital ke dalam sistem kode analog dan sebaliknya.
b. Sistem Komunikasi On line.
Pada
sistem komunikasi On line ini, data yang dikirim melalui terminal komputer bisa
langsung diperoleh, langsung diproses oleh komputer pada saat kita membutuhkan.
Sistem Komunikasi On line ini dapat berupa:
1. Realtime system
Suatu
realtime system memungkinkan untuk mengirimkan data ke pusat komputer, diproses
di pusat komputer seketika pada saat data diterima dan kemudia mengirimkan
kembali hasil pengolahan ke pengirim data saat itu juga. American Airlines
merupakan perusahaan yang pertama kali mempelopori sistem ini. Dengan realtime
system ini, penumpang pesawat terbang dari suatu bandara atau agen tertentu
dapat memesan tiket untuk suatu penerbangan tertentu dan mendapatkan hasilnya
kurang dari 15 detik, hanya sekedar untuk mengetahui apakah masih ada tempat
duduk di pesawat atau tidak. Sistem realtime ini juga memungkinkan penghapusan
waktu yang diperlukan untuk pengumpulan data dan distribusi data. Dalam hal ini
berlaku komunikasi dua arah, yaitu pengiriman dan penerimaan respon dari pusat
komputer dalam waktu yang relatif cepat. Pada realtime system, merupakan
komunikasi data dengan kecepatan tinggi. Kebutuhan informasi harus dapat
dipenuhi pada saat yang sama atau dalam waktu seketika itu juga. Pada sistem
ini proses dilakukan dalam hitungan beberapa detik saja, sehingga diperlukan
jalur komunikasi yang cepat, sistem pengolahan yang cepat serta sistem memori
dan penampungan atau buffer yang sangat besar.
2. Time sharing system
Time
sharing system adalah suatu teknik penggunaan online system oleh beberapa
pemakai secara bergantian menurut waktu yang diperlukan pemakai. Disebabkan
waktu perkembangan proses CPU semakin cepat, sedangkan alat Input/Output tidak
dapat mengimbangi kecepatan dari CPU, maka kecepatan dari CPU dapat digunakan
secara efisien dengan melayani beberapa alat I/O secara bergantian. Christopher
Strachy pada tahun 1959 telah memberikan ide mengenai pembagian waktu yang
dilakukan oleh CPU. Baru pada tahun 1961, pertama kali sistem yang benar-benar
berbentuk time sharing system dilakukan di MIT (Massachusetts Institute of
Technology) dan diberi nama CTSS (Compatible Time Sharing System) yang bisa
melayani sebanyak 8 pemakai dengan menggunakan komputer IBM 7090. Salah satu
penggunaan time sharing system ini dapat dilihat dalam pemakaian suatu teller
terminal pada suatu bank. Bilamana seorang nasabah datang ke bank tersebut
untuk menyimpan uang atau mengambil uang, maka buku tabungannya ditempatkan
pada terminal. Dan oleh operator pada terminal tersebut dicatat melalui papan
ketik (keyboard), kemudian data tersebut dikirim secara langsung ke pusat
komputer, memprosesnya, menghitung jumlah uang seperti yang dikehendaki, dan
mencetaknya pada buku tabungan tersebut untuk transaksi yang baru saja
dilakukan.
3. Distributed data processing system
Distributed
data processing (DDP) system merupakan bentuk yang sering digunakan sekarang
sebagai perkembangan dari time sharing system. Bila beberapa sistem komputer
yang bebas tersebar yang masing-masing dapat memproses data sendiri dan
dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi, maka istilah time sharing sudah
tidak tepat lagi. DDP system dapat didefinisikan sebagai suatu sistem komputer
interaktif yang terpencar secara geografis dan dihubungkan dengan jalur
telekomunikasi dan seitap komputer mampu memproses data secara mandiri dan
mempunyai kemampuan berhubungan dengan komputer lain dalam suatu sistem. Setiap
lokasi menggunakan komputer yang lebih kecil dari komputer pusat dan mempunyai
simpanan luar sendiri serta dapat melakukan pengolahan data sendiri. Pekerjaan
yang terlalu besar yang tidak dapat dioleh di tempat sendiri, dapat diambil
dari komputer pusat.
2.1.3 Jaringan Komunikasi Data
Jaringan
Komunikasi data atau Jaringan Komputer merupakan sekumpulan komputer yang
saling terhubung satu sama lain menggunakan protokol dan media transmisi
tertentu. Berdasarkan luas area cakupan yang dicapai jaringan komputer dapat
diklasifikan menjadi : Local Area Network (LAN) dan Wide area Network (WAN).
Luas cakupan LAN lebih kecil dari WAN biasanya terdiri dari sekelompok gedung
yang saling berdekatan.
a. Topologi jaringan merupakan suatu cara
untuk menghubungkan komputer atau terminal-terminal dalam suatu jaringan. Model
dari topologi jaringan yang ada antara lain: Star, Loop, ring dan Bus.
b. Topologi Star, LAN terdiri dari sebuah
cntral node yang berfungsi sebagai pengatur arus informasi dan penanggung jawa
komunikasi dalam suatu jaringan. Jadi jika node yang satu ingin berkomunikasi
dengan node yang lain maka harus melalui sentral node. Fungsi central node
disini sangat penting, biasanya dalam sistem ini harus mempunyai kehandalan
yang tinggi.
c. Topologi Bus , node yang satu dengan
node yang lain dihubungkan dengan jalur data atau bus. Semua node memiliki
status yang sama antara satu dengan yang lainnya.
d. Topologi Loop menghubungkan antar node
secara serial dalam bentuk suatu lingkaran tertutup. Semua node memiliki status
yang sama. Pada topologi loop, setiap node dapat melakukan tugas untuk operasi
yang berbeda-beda. Topologi ini memiliki kelemahan, jika salah satu node rusak
maka akan dapt menyebabkan gangguan komunikasi antar node satu dengan yang
lainnya.
e. Topologi Ring atau topologi cincin ini merupakan topologi
hasil penggabungan antara topologi loop dengan topologi bus. Keuntungannya
adalah bahwa jika salah satu node rusak, maka tidak akan mengganggu jalannya
komunikasi antar node karena node yang rusak tersebtu diletakkan terpisah dari
jalur data.
2.1.4 Beberapa Media Komunikasi Data
a. Media kabel tembaga
Media
yang cukup lama digunakan karena memang media inilah yang menjadi cikal bakal
system komunikasi data dan suara. Saat ini media ini memang masih digunakan
hanya saja pemanfaatannya sudah agak sedikit berkurang, hal ini dikarenakan
karena upaya penemuan dan pengembangan media komunikasi terus dipelajari dan
hasilnya terus banyak bermunculan media yang lebih baik dengan keuntungan yang
lebih banyak dibandingkan dengan keuntungan yang ditawarkan oleh media kabel
tembaga.
b. Media WLAN
Sebuah
jaringan local (LAN) yang terbentuk dengan menggunakan media perantara sinyal
radio frekuensi tinggi, bukan dengan menggunakan kabel. Media wireless yang tidak
kasat mata menawarkan cukup banyak keuntungan bagi penggunanya, diantaranya :
1. Meningkatkan produktifitas
Jaringan
WLAN sangat mudah untuk di implementasikan, sangat rapi dalam hal fisiknya yang
dapat meneruskan inforasi tanpa seutas kabe lpun, sangat fleksibel karena bisa
diimplementasikan hamper di semua lokasi dan kapan saja, dan yang menggunakanya
pun tidak terikat di satu tempat saja. Dengan semua factor yang ada ini, para
penggunanya tentu dapat melakukan pekerjaan dengan lebih mudah akibatnya
pekerjaan jadi cepat dilakukan, tiak membutuhkan waktu yang lama hanya karena
masalah – masalah fisikal jarigan dari PC yang mereka gunakan. Berdasarkan
faktor inilah, wireless LAN tentunyadapat secara tidak langsung menigkatkan
produktifitas dari para penggunanya cukup banyak factor penghambat yang ada
dalam jaringan kabel yang dapat dihilangkan jika anda menggunakn medi ini.
Meningkatnya produktivitas kerja para karyawannya, tetu akan sangat bermanfaat
bagi perushaan tempat mereka bekerja.
2. Cepat dan sederhana implementasinya.
Implementasi
jaringan WLAN terbilang mudah dan sederhana. Mudah karena anda hanya perlu
memiliki sebuah perangkat penerima pemancar untuk membangun sebuah jaringan
wireless. Setelah memilikinya, konfigurasi sedikit anda siap menggunakan sebuah
jaringan komunikasi data bau dalam lokasi anda. Namun, tidak sesederhana itu
jika anda menggunakan media kabel.
3. Fleksibel
Media
Wireless LAN dapat menghubungkan anda dengan jairngan pada tempat-tempat yang
tidak bisa diwujudkan oleh media kabel. Jadi fleksibilitas media wireless ini
benar-benar tinggi karena anda bisa memasang dan menggunakannya dimana saja dan
kapan saja, misalnya di pest ataman, di ruangan meeting darurat dan banyak
lagi.
4. Dapat mengurangi biaya investasi.
Wireless
LAN sangat cocok bagi anda yang ingin menghemat biaya yang akan dikeluarkan
untuk membangun sebuah jaringan komunikasi data. Tanpa kabel berarti juga tanpa
biaya, termasuk biaya termasuk biaya kabelnya sendiri, biaya penarikan, biaya
perawatan, dan masih banyak lagi. Apalagi jika anda membangun LAN yang sering
berubah-ubah, tentu biaya yang anda keluarkan akan semakin tinggi jika
menggnakan kabel.
5. Skalabilitas
Dengan
menggunakan media wireless LAN, ekspansi jaringan dan konfigurasi ulang
terhadap sebuah jaringan tidak akan rumit untuk dilakukan seperti halnya dengan
jaringan kabel. Disinilah nilai skalabilitas jaringan WLAN cukup terasa.
c. Media fiber optic.
Fiber
optic secara harafiah arti serat optic atau bisa juga disebut serat kaca. Fiber
optic memang berupa serat yang terbuat dari kaca, namun jangan anda samakan
dengan kaca yang biasa anda lihat. Serat kaca ini merupakan yang dibuat secara
khusus dengn proses yang cukup rumit yang kemudian dapat digunakan untuk
melewati data yang ingin anda kirim atau terima.
Jenis
media fiber optic itu sendiri merupakan sebuah serat seukuran rambut manusia
yang terbuat dari bahan kaca murni, yang kemudian dibuat bergulung-gulung
panjangnya sehingga menjadi sebentuk gulungan kabel. Setelah terjadi bentuk
seperti itu , maka jadilah media fiber optic yang biasanya anda gunakan
sehari-hari.
Cara
fiber optic melewati data : Jika berhubungan dengan alat-alat optik, maka
alat-alat tersebut akan erat sekali hubungannya dengan cahaya dan system
pencahayaan. Serat optic yang digunakan sebagai media, maka yang akan
lalu-lalang di dalamnya tidak lain dan tidak bukan adalah cahaya. Seberkas
cahaya akan digunakan sebagai pembawa informasi yang ingin anda kirimkan.
Cahaya informasi tersebut kemudian ditembakkan ke dalam media fiber optic dari tempat
asalnya. Kemudian cahaya akan merambah sepanjang media kaca tersebut hingga
akhirnya cahaya tadi tiba di lokasi tujuannya. Ketika cahaya tiba di lokasi
tujuan, maka pengiriman informasi dan data secara teori telah berhasil
dikirimkan dengan baik. Dengan demikian, maka terjadilah proses kounikasi
dimana kedua ujung media dapat mengirim dan menerima informasi yang ingin
disampaikan.
Komponen
sistem komuniksi data dengan media fiber optic.
Pada
dasarnya setiap system informasi pasti memerlukan 5 komponen minimal dalam
proses komunikasi data, yaitu transmitter (pemindah/pengalih pesan), receiver
(penerima pesan), media pengalih pesan, pesan yang dialihkan, dan penguat
sinyal.
Adapun
dalam komunikasi data dengan memanfaatkan media fiber optic, maka komponen-komponen
yang ada yaitu diantaranya sebagai berikut:
1. Cahaya yang membawa informasi. Karena
media yang digunakannya berupa serat optic yaitu serat yang terbuat dari bahan
kaca yang dapat mentranmisikan data dengan cahaya. Dengan memanfaatkan cahaya
maka dalam eproses transmisinyapun dapat mentransfer kapasitas data yang tak
terbatas, hal ini dikarenakan banyaknya kelebihan yang dimiliki oleh cahaya
diantaranya cahaya kebal terhadap gangguan, mampu berjalan jauh, dengan
kecepatan tinggi.
2. Optical transmitter/pemindah berbentuk
optis, merupakan sebuah komponen yang bertugas mengirimkan sinyal-sinyal cahaya
kedalam media pembawa data/pesan. Tempatnya sangat dekat dengan media fiber
optic.
Sumber
cahaya yang biasanya digunakan adalah Light Emitting Dioda (LED) atau solid
state laser dioda. Sumber cahaya yang menggunakan LED lebih sedikit mengonsumsi
daya daripada laser. Namun sebagai konsekuensinya, sinar yang dipancarkan oleh
LED tidak dapat menempuh jarak sejauh laser.
3. Fiber optic cable/ kabel serat kaca,
bentuknya tidak jauh berbeda dengan kabel tembaga, namun lebih kecil dan
memiliki warna yang bening seperti benag pancingan, bagian ini merupakan bagian
yang memiliki peran yang sangat penting dalam proses penyampaian data dalam
media fiber optic.
4. Optical receiver/kaca penerima pesan
kiriman.memiliki tugas untuk menangkap semua cahaya yang dikirimkan oleh
optical transmitter, setelah cahayanya ditangkap maka langsung didekode menjadi
sinyal-sinyal digital yaitu informasi yang dikirmkan dari device.
5. Optical Regenerator, yaitu penguat sinyal
cahaya, agar semua cahaya bisa diterima ileh optical receiver dalam keadaan
utuh, sehingga informasinyapun akan utuh pula.
Beberapa
keuntungan dari media fiber optic:
1. Lebih ekonomis untuk jarak yang sangat
jauh. Dengan bandwitch yang sangat besar disertai daya jangkau yang sangat jauh
maka dengan media fiber optic biaya akan lebih sedikit. Apalagi jika
dibandingkan dengan media kabel tembaga mislanya yang tentu dengan jarrak jauh
pasti akan menambah biaya untuk membeli kabelnya.
2. Ukuran saluran serat yang lebih kecil.
Karena terbuat dari serat kaca maka ukuran serat salurannya menjadi lebih kecil
jika dinadingkan dengan media kabel tembaga.
3. Penurunan kualitas sinyal yang lebih
sedikit. Dengan menggunakan media fiber optic maka degradasi sinyal transmisi
akan lebih bisa dikurangi.
Daya
listrik yang diperlukan lebih kecil, karena memanfaatkan cahaya dalam proses
transmisi datanya sehingga hanya membutuhkan sedikit daya listrik berbeda
dengan media kabel tembaga.
4. Menggunakan sinyal digital, dalam media
fiber optic karena tidak adanya sinyal listrik, maka yang lebih banyak
mendominasi adalah sinyal digital.
Fiber
optic tidak mudah termakan usia, dikarenakan dalam proses transmisinya tidak
melibatkan listrik sehingga kecil kemungkinan akan terjadinya kebakaran saluran
yang diakibatkan oleh konsleting.
5. Bahannya ringan dan fleksibel, hal ini
dikarenakan ukuran serat yang sangat kecil dan juga elastic sehingga saluran
dengan media fiber optic lebih ringan dan fleksibel.
6. Komunikasi bisa lebih aman, hal ini
dikarenakan dengan media fiber optic maka informasinya tidak mudah disadap oleh
pihak lain, dan juga sangat sulit untuk dimonitor,
7. Jalan tercepat untuk transmisi data anda,
karena memanfaatkan bantuan cahaya maka jelaslah bahwa dengan fiber optic, data
akan lebih cepat sampai kepada tujuan pengiriman, ditambah lagi kapasitas data
dengan media fiber optic tidak terbatas, sehingga data yang bisa dtransper bisa
sangat cepat kilat.
2.1.5 Protokol
Protokol
dipergunakan untuk proses komunikasi data dari sistem-sistem yang berbeda-beda.
Protokol merupakan sekumpulan aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi
seperti pembuatan hubungan, proses transfer suatu file, serta memecahkan
berbagai masalah khusus yang berhubungan dengan komunikasi data antara
alat-alat komunikasi tersebut supaya komunikasi dapat berjalan dan dilakukan
dengan benar. Beberapa hal yang berhubungan dengan tugas-tugas protokol antara lain:
a. Mengaktifkan jalur komunikasi data
langsung, serta sistem sumber harus menginformasikan identitas sistem tujuan
yang diinginkan kepada jaringan komunikasi.
b. Sistem sumber harus dapat memastikan
bahwa sistem tujuan benar-benar telah siap untuk menerima data.
c. Aplikasi transfer file pada sistem
sumber harus dapat memastikan bahwa program manajemen file pada sistem tujuan
benar-benar dipersiapkan untuk menerima dan menyimpan file untuk beberapa user
tertentu.
Bila
format-format file yang dipergunakan pada kedua sistem tersebtu tidak
kompatibel, maka salah satu satau sistem yang lain harus mamapu melakukan
fungsi penerjemahan format.
Beragamnya
berbagai komponen dan perangkat komputer dalam suatu jaringan, membutuhkan
suatu standard protokol yang dapt digunakan oleh beragam perangkat tersebut.
Modedl OSI (Open Systems Interconnection) dikembangkan oleh ISO(International
Organization for Standardization) sebagai model untuk arsitektur komunikasi
komputer, serta sebagai kerangka kerja bagi pengembangan standard-standard
protokol. Model OSI terdiri dari tujuh lapisan, yaitu :
a. Application Layer
Merupakan
lapisan yang menyediakan akses ke lingkungan OSI bagi pengguna serta
menyediakan layanan informasi terdistribusi.
b. Presentation Layer
Menyediakan
keleluasaan terhadap proses aplikasi untuk bermacam-macam representasi data.
Juga melakukan proses kompresi dan enkripsi data agar keamanan dapat lebih
terjamin.
c. Session Layer
Menyediakan
struktur kontrol untuk komunikasi diantara aplikasi-aplikasi; menentukan,
menyusun, mengatur dan mengakhiri sesi koneksi diantara aplikasi-aplikasi yang
sedang beroperasi.
d. Transport Layer
Menyediakan
transfer data yang handal dan transparan diantara titik-titik ujung;
menyediakan perbaikan end to end error dan flow control.
e. Network Layer
Melengkapi
lapisan yang lebih tinggi dengan keleluasaan dari transmisi data dan
teknologi-teknologi switching yang dipergunakan untuk menghubungkan sistem;
bertugas menyusun, mempertahankan, serta mengakhiri koneksi.
f. Data Link Layer
Menyediakan
transfer informasi yang reliabel melewati link fisik; mengirimi block (frame)
dengan sinkronisasi yang diperlukan, kontrol error, dan flow control.
g. Physical Layer
Berkaitan
dengan transmisi bit stream yang tidak terstruktur sepanjang media physical
(physical medium); berhubungan dengan karakteristik prosedural, fungsi,
elektris, dan mekanis untuk mengakses media fisikal.
2.1.6 Komponen Komunikasi Data
a. Pengirim, adalah piranti yang
mengirimkan data, berupa komputer, alat lainnya seperti handphone, video
kamera, dan lainnya yang sejenis.
b. Penerima, adalah piranti yang menerima
data, juga bisa berupa komputer, alat lainnya seperti handphone, video kamera,
dan lainnya yang sejenis.
c. Pesan / Data, adalah informasi yang akan
dipindahkan bisa berupa apa saja, teks, angka, gambar, suara, video, atau
kombinasi dari semuanya.
d. Media pengiriman, adalah media atau
saluran yang digunakan untuk mengirimkan data, bisa berupa kabel, cahaya maupun
gelombang magnetik.
e. Protokol, adalah aturan-aturan yang
harus disepakati oleh dua atau lebih alat untuk dapat saling berkomunikasi.
Tanpa protocol, dua alat atau lebih mungkin saja bisa saling terhubung tetapi
tidak dapat saling berkomunikasi, sehingga message yang dikirim tidak dapat
diterima oleh alat yang dituju.
2.1.7 Signal Listrik
Komunikasi
data berkaitan dengan komunikasi mesin ke mesin seperti terminal ke komputer
dan komputer ke komputer. Karena mesin ini signalnya digital maka komunikasi
yang termudah dengan sinyal digital. Alasan penggunaan sinyal listrik atau
elektro optik dalam komunikasi jarak jauh :
a. Jarak jangkau tidak terbatas.
b. Kecepatan sangat tinggi ( +/- 300.000 km/dt
).
c. Pembangkitan sinyal listrik mudah.
d. Pengubahan sinyal menjadi besaran listrik
dan sebaliknya dapat dilakukan secara mudah.
Jenis
Signal Listrik.
a. Signal analog Yaitu sinyal yang sifatnya
seperti gelombang, selalu sambung menyambung dan tidak ada perubahan yang tiba
– tiba antara bagian – bagian signal tersebut. Penyaluran data banyak dilakukan
dengan sinar analog.
b. Signal digital Yaitu signal yang sifatnya
seperti pulsa, terputus – putus atau terjadi perubahan yang tiba-tiba antara
bagian- agian signal tersebut. Sistem komputer bekerja dengan sinyal ini.
Keuntungan
Komunikasi Data
a. Pengumpulan dan persiapan data.
Bila
pada saat pengumpulan data digunakan suatu terminal cerdas maka waktu untuk
pengumpulan data dapat dikurangi sehingga dapat mempercepat proses (menghemat
waktu).
b. Pengolahan data.
Karena
komputer langsung mengolah data yang masuk dari saluran transmisi (efesiensi)
c. Distribusi.
Dengan
adanya saluran transmisi hasil dapat langsung dikirim kepada pemakai yang
memerlukannya.
Sekalipun
komunikasi data telah dan terus dikembangkan sedemikian rupa, namun tetap saja
terdapat beberapa masalah dalam proses komuniksi data, diantaranya sebagai
berikaut:
a. Keterbatasan bandwith, yaitu kapasitas
pengiriman data perdetik dapat diatasi dengan penambahan bandwith.
b. Memiliki Round Trip Time (RTT) yang
terlalu besar, dioptimalkan dengan adanya TCP Optimizer untuk mengurangi RTT.
c. Adanya delay propagasi atau
keterlambatan untuk akses via satelit, membangun infrastruktur terestrial jika
mungkin.
2.2.Transmisi
Paralel dan Serial
Transmisi
data digital dapat terjadi dalam dua model dasar yaitu transmisi paralel atau
transmisi serial. Data didalam sebuah system komputer ditransmisikan melalui
model paralel yang disesuaikan dengan ukuran kata dalam sebuah sistem komputer.
Data antara sebuah sistem komputer dengan sistem komputer lainnya biasanya
ditransmisikan melalui model serial. Oleh karena itu, maka diperlukan untuk
membuat konversi dari transmisi paralel ke transmisi serial dalam mengirimkan
data dari sebuah sistem komputer kepada suatu jaringan dan diperlukan konversi
dari transmisi serial ke transmisi paralel saat sebuah sistem komputer menerima
informasi dari suatu jaringan. Berikut ini merupakan penjelasan-penjelasan
mengenai dua macam mode transmisi data digital tersebut.
a. Transmisi Paralel
Pada
transmisi paralel, sejumlah bit dikirimkan per waktu. Masing-masing bit
mempunyai jalurnya tersendiri. Dikarenakan oleh sifatnya yang demikian, maka
data yang mengalir pada transmisi paralel jauh lebih cepat pada transmisi
serial. Berikut ini merupakan gambar pengiriman transmisi paralel dari pengirim
ke penerima.
Model
transmisi paralel biasanya digunakan untuk melakukan komunikasi jarak pendek.
Contohnya, transmisi ke printer atau untuk komunikasi data dua buah komputer.
b. Transmisi Serial
Pada
transmisi serial, pada setiap waktu hanya 1 bit data yang dikirimkan. Dengan
kata lain, bit-bit data tersebut dikirimkan secara bergantian, satu per satu.
Model transmisi seperti ini dijumpai pada contoh seperti seorang pengguna
menghubungkan terminal ke host komputer yang berada pada bangunan yang lain.
Berikut merupakan gambar pengiriman transmisi serial dari pengirim ke penerima.
Pada
transmisi serial dapat berbentuk dua jenis, yaitu Transmisi Serial Sinkron,
transmisi serial asinkron dan Transmisi Serial Isokron. Berikut ini merupakan
penjelasan dari masing-masing jenis transmisi serial tersebut.
a. Transmisi Serial Sinkron
Digunakan
untuk transmisi kecepatan tinggi. Yang ditransmisikan satu blok data. Dalam
system ini baik pengirim maupun penerima bekerja bersama-sama dan
sinkronisasi dilakukan setiap sekian
ribu bit data. Bit awal/akhir tidak dibutuhkan untuk tiap karakter.
Sinkronisasi dilaksanakan dan dijaga pada waktu tidak ada data yang dikirim
maupun sesaat sebelum pengiriman terjadi. Sinkronisasi terjadi dengan jalan
mengirimkan pola data tertentu antara pengirim dan penerima. Pola data tertentu
ini disebut karakter sinkronisasi (synchronization character).
Pengirim akan mengirimkan sejumlah besar data.
Penerima, yang mengetahui kode yang digunakan, akan memenggal data tersebut dan
meneruskannya ke komputer. Transmisi ini lebih efisien karena sinkronisasi
hanya dibutuhkan 16 sampai 32 bit, sementara data dapat mencapai beberapa ribu
bit Panjangnya. Karena pada mode asinkron tiap huruf mempunyai bit awal-akhir,
jika terjadi kesalahan karena sinkronisasi maka hanya 1 karakter yang hilang
sedangkan mode sinkron 1 blok data akan hilang. Transmisi sinkron digunakan
untuk menyalurkan data secara blok. Dalam transmisi ini tiapa blok panjangnya
sama. Waktu antara akhir dan bit terakhir suatu karakter dan awal bit pertama
karakter berikutnya harus nol atau kelipata dari waktu satu karakter. Untuk
mencapai sinkronisasi pengirim harus mengirim karakter khusus dan penerima
harus mengenalinya. Transmisi sinkron menggunakan kemampuan satuan komunikasi
data secara efisien karena transmisi hanya dilakukan bila telah dipunyai
sejumlah blok data.
Dalam
komunikasi transmisi serial sinkron, sebuah line 56 kbps mampu membawa data
sampai pada 7000 byte per detiknya. Frame tersebut berisikan bit pembuka
(preamble bit), bit data itu sendiri, dan bit penutup (postamble bit), serta
penambahan bit-bit control pada blok tersebut. Contoh perangkat yang berbasis
transmisi serial sinkron ialah ethernet. Berikut ini merupakan gambar kabel
ethernet serta port untuk mencolok kabel ethernet tersebut.
b. Transmisi Serial Asinkron
Transmisi
asinkron digunakan bila pengiriman data dilakukan satu karakter setiap kali.
Antara satu karakter dengan yang lainnya tidak ada waktu antara yang tetap.
Karakter dapat dilakukan sekaligus ataupun beberapa karakter kemudian berhenti
untuk waktu tidak tentu, lalu mengirimkan sisanya. Akibatnya setiap kali
penerima harus selalu melakukan sinkronisasi supaya bit data yang dikirimkan
diterima dengan benar.
Dengan
demikian penerima harus mengetahui mulainya bit pertama dari sinyal data.
Caranya dengan memberikan suatu pulsa yang disebut start pulse pada awal tiap
karakter. Pulsa ini memberitahukan penerima untuk memulai menerima bit data.
Umumnya keadaan idle, yaitu keadaan tanpa transmisi sinyal, dikatakan keadaan
tinggi (high) atau mark. Sehingga dapat dikatakan bahwa selama keadaan idle
transmittermengirimkan deretan “1” secara terus menerus. Keadaan sebaliknya,
yaitu “0” disebut space. Pengirim kalau hendak mengirmkan data, selalu
memberikan bit awal (start bit) yaitu pulsa perubahan dari 1 ke 0 selama satuan
waktu bit. Kalau penerima mendeteksi pulsa ini akan menjalankan clock-nya
sesuai dengan baud rate yang dipilih. Setengah bit kemudian saluran dicuplik,
kalau ternyata dideteksi bit awal maka saluran dicuplik tiap 1 bit dan keadaan
line dicatat sesuai dengan hasil cuplikan. Kalau pada setengah bit diatas
ternyata keadaan saluran “1” , dianggap bahwa transisi “1” ke “0” hanyalah
suatu gangguan belaka. Dengan cara ini clock dari penerima mengalami
sinkronisasi pada tiap karakter. Akibatnya perbedaan clock sedikit pada pemancar
dan penerima dapat diabaikan. Tiap karakter diakhiri dengan bit akhir (stop
bit). Bit akhir merupakan keadaan “1” dan panjangnya bervariasi satu sistem ke
sistem lain. Panjangnya dapat 1.5 atau 1.42 bit untuk sistem baudot, 1 atau 2
pulsa pada sistem lain.
Transmisi asinkron kadang-kadang disebut
transmisi awal-akhir (start-stop transmision), karena tiap karakter mengalami
sinkronisasi dengan jalan penggunaan bit awal dan bit akhir. Banyaknya
bit-bit-bit ini tergantung dari kode yang digunakan. Secara singkat : Bit awal
memberitahukan system untuk mulai mengumpulkan bit berikutnya sebagai bit data.
Bit akhir memberitahukan pada terminal bahwa data telah lengkap dan terminal
kembali ke keadaan reset supaya dapat menerima bit awal lagi. Sinkronisasi dilakukan
kembali setiap karakter diterima.
Setiap
karakter terdiri dari 10 bit dengan rincian 1 bit start bit, 1 bit stop bit, 7
bit data, dan 1 bit paritas. Contoh perangkat yang berbasis transmisi serial
asinkron adalah usb (universal serial bus). Berikut ini merupakan gambar kabel
usb serta port untuk mencolok kabel usb tersebut.
c. Transmisi Serial Isokron
Isokron
Adalah kombinasi dari asinkron dan sinkron. Tiap karakter didahului dengan bit
awal (start bit) dan akhir data ditutup dengan bit akhir (stop bit), tetapi
pengirim dan penerima disinkronisasi. Perioda tanpa transmisi terdiri atas satu
atau lebih karakter. Pada asinkron bit data dari karakter dikirmkan bebas dari
timing dari karakter lainnya, sedangkan pada sinkron pengirim dan penerima disinkronisasikan
lalu data yang terdiri atas beberapa ribu bit dikirmkan.Isokron menggunakan bit
awal dan bit akhir selain sinkronisasi dari peralatan pengirim dan penerima.
Sinkronisasi dilakukan sebesar satuan pewaktuan (timing unit)
2.3. Sandi Data
Dalam
meyalurkan data baik antar komputer yang
sama pembuatnya maupun dengan
komputer yang lain pembuatnya, data
tersebut harus dimengerti oleh pihak
pengirim maupun penerima. Untuk mencapai hal
itu data harus
diubah bentuknya dalam bentuk
khusus yaitu sandi untuk komunikasi data.
Sistem sandi yang umum dipakai :
1. ASCII
(American Standard Code
for Information Interchange)
a. Paling banyak digunakan.
b. Merupakan sandi 7 bit.
c. Terdapat 128
macam simbol yang dapat
diberi sandi ini.
d. Untuk transmisi asinkron terdiri dari 10
atau 11 bit :
1) 1 bit awal
2) 7 bit data
3) 1 bit pariti
4) 1 atau 2 bit akhir
2. Sandi
Baudot Code ( CCITT Alfabet No. 2
/ Telex Code ).
a. Terdiri dari 5 bit.
b. Terdapat 32 macam simbol.
c. Digunakan 2 sandi khusus sehingga semua
abjad dan angka dapat diberi
sandi, yaitu :
1) LETTERS ( 11111 )
2) FIGURES ( 11011 )
d. Tiap karakter terdiri dari
1) 1 bit awal
2) 5 bit data
3) 1,42 bit akhir
3. Sandi 4 atau 8
a. Sandi dari IBM dengan kombinasi yang
diperboleh-kan adalah 4
b. buah "1" dan 4 buah
"0".
c. Terdapat 70 karakter yang dapat diberi
sandi.
d. Ttransmisi asinkron membutuhkan bit
sebagai berikut :
1) 1 bit awal
2) 8 bit data
3) 1 bit akhir
4. BCD ( Binary Coded Decimal )
a. Sandi 6 bit.
b. Terdapat 64 kombinasi sandi.
c. Transmisi asinkron membutuhkan 9 bit :
1) 1 bit awal
2) 6 bit data
3) 1 bit pariti
4) 1 bit akhir
5. EBCDIC ( Extended Binary Coded Decimal
Inter- change Code )
a. Sandi 8 bit untuk 256 karakter.
b. Transmisi asinkron membutuhkan 11 bit :
1) 1 bit awal
2) 8 bit data
3) 1 bit pariti
4) 1 bit akhir
Pengelompokkan Karakter
Pada komunikasi data informasi yang
dipertukarkan terdiri dari 2 group (baik
ASCII maupun EBCDIC), yaitu :
a. Karakter data
b. Karakter kendali
Digunakan untuk mengendalikan
transmisi data, bentuk (format data),
hubungan naluri data
dan fungsi fisik terminal. Karakter kendali dibedakan atas :
1) Transmision Control
Mengendalikan
data pada saluran, terdiri atas :
a) SOH : Start of Header
Digunakan
sebagai karakter pertama yang menunjukkan bahwa karakter berikutnya adalah header.
b) STX : Start of Text
Digunakan
untuk mengakhiri header dan menunjukkan
awal dari informasi atau text.
c) ETX : End of Text
Digunakan
untuk mengakhiri text.
d) EOT : End of Transmision
Untuk
menyatakan bahwa transmisi dari text
baik satu atau lebih telah berakhir.
e) ENQ : Enquiry
Untuk meminta agar remote station tanggapan.
f) ACK : Acknowledge
Untuk memberikan tnggapan pisitif ke
pengirim dari penerima.
g) NAK : Negative Akcnowledge
Merupakan tanggapan negative dari penerima
ke pengirim.
h) SYN : Synchronous
Digunakan
untuk transmisi sinkron dalam menjaga atau memperoleh sinkronisasi
antar peralatan terminal.
i) ETB : End of Transmision Block
Digunakan
untuk menyatakan akhir dari blok data yang ditransmisikan, bila data dipecah menjadi beberapa blok.
j) DLE : Data Link Escape
Mengubah
arti karakter berikutnya, digunakan untuk lebih mengendalikan transmisi data.
2) Format Effectors
Digunakan
untuk mengendalikan tata letak fisik informasi pada print out atau tampilan layar.
a) BS (Back Space)
Meyebabkan
kursor atau print head mundur satu
posisi.
b) HT (Horizontal Tabulation)
Maju
keposisi yang telah ditentukan.
c) LF (Line Feed)
Maju
satu baris (spasi).
d) VT (Vertical Tabulation)
Maju
beberapa baris (spasi).
e) FF (Form Feed)
Maju
1 halaman (halaman baru).
f) CR (Carriage Return)
Print
head atau kursor menuju ke awal baris.
3) Device Control
Digunakan
untuk mengendalikan peralatan tambahan pada terminal.
4) Information Separators
Digunakan
untuk mengelompokkan data secara logis. Umumnya ditentukan sebagai berikut :
a) Unit Separator (US)
Tiap
unit informasi dipisahkan oleh US.
b) Record Separator (RS)
Tiap
record terdiri atas beberapa unit dan dipisahkan oleh RS.
c) Group Separator (GS)
Beberapa
record mem-bentuk suatu grup dan dipisahkan oleh GS.
d) File
Separator (FS)
Beberapa grup
membentuk sebuah file yang dipisahkan oleh FS
2.4. Model Komunikasi Data
a. Komunikasi data Simplex
Merupakan
bentuk komunikasi antara dua belah pihak, hanya saja sinyal-sinyal yang dikirim
secara satu arah. Contoh nyata model komunikasi ini seperti broadcasting
(siaran televisi) ataupun siaran radio
b. Komunikasi data Half Duplex
Merupakan
bentuk komunikasi antara dua belah pihak dan dua arah, namun secara bergantian
(tidak dapat secara bersama-sama) antara mentransmisikan dan menerima data.
Contoh sederhana adalah walkie-talkie yang sering kita jumpai. Jika kita ingin
berbicara, kita harus menekan tombol dan sebaliknya, jika kita ingin mendengar
tombol harus dalam keadaan tidak ditekan.
c. Komunikasi data Full Duplex
Merupakan
bentuk komunkasi antara dua belah pihak yang saling mengirim dan menerima
informasi dalamwaktu bersamaan. Pada umumnya model ini memerlukan dua jalur
komunikasi. Contoh yang sering kita temukan dalam kehidupan adalah telepon, di
mana penggunanya bisa berbicara (mengirim) dan mendengar (menerima) secara
bersamaan.
2.5.
Standar
Standar
adalah suatu hal yang penting dalam penciptaan dan pemeliharaan sebuah
kompetisi pasar daripada manufaktur perangkat komunikasi dan menjadi jaminan
interoperability data dalam proses komunikasi.
a. Organisasi Standar
Di
bawah ini adalah beberapa organisasi yang concern dengan perkembangan standard
teknologi telekomunikasi dan data internasional maupun dari Amerika.
a) International Standards Organization
(ISO).
b) International Telecommunications
Union-Telecommunication Standards Section (ITUT).
c) American National Standards Institute
(ANSI).
d) Institute of Electrical and Electronics
Engineers (IEEE).
e) Electronic Industries Association (EIA).
Selain
itu terdapat pula organisasi yang bersifat forum ilmiah seperti Frame Relay
Forum dan ATM Forum. Kemudian ada pula organisasi yang berfungsi sebagai agen
regulasi, misalnya FederalCommunications Commision (FCC).
b. Standar Internet
Standar
internet adalah sebuah proses jalan panjang yang teruji dan terspesifikasi
sehingga menjadi berguna bagi siapa yang bekerja dengan internet. Tentu saja
spesifikasi ini dimulai dengan sebuah draft. Kemudian draft internet ini
menjadi dokumen acuan kerja yang memiliki umur 6 bulan. Setelah itu akan
mendapatkan rekomendasi dari otoritas Internet dan dipublikasikan sebagai
Request for Comment (RFC).
c. Administrasi Internet
Internet
yang pada mulanya merupakan jaringan komputer skala kecil di kalangan akademisi
makin bertambah luas bahkan untuk kepentingan militer, komersial dan hiburan.
Semakin luasnya aktivitas internet tersebut diperlukan koordinasi dan
administrasi untuk mengaturnya. Mulai dari tingkat pengorganisasian nama domain
dari root sampai organisasi yang mengatur nama domain untuk root negara. Juga
ada organisasi yang mengadministratif standar teknis internet dan
mendistribusikan atau mengumpulkan informasi tentang TCP/IP.
Di
antaranya adalah :
1) Internet Society (ISOC)
2) Internet Architecture Board (IAB)
3) Internet Engineering Task Force (IETF)
Rev 1.0
4) Internet Research Task Force (IRTF)
5) Internet Asigned Number Authority (IANA)
dan Internet Corporation for Asigned Names and Numbers (ICANN)
2.6.
Terminal Data
Data
Terminal Equipment (DTE) adalah instrumen akhir yang mengubah informasi
pengguna menjadi sinyal atau sinyal yang diterima reconverts. Ini juga dapat
disebut ekor sirkuit. Sebuah perangkat DTE berkomunikasi dengan peralatan
circuit-terminating data (DCE). Klasifikasi DTE / DCE diperkenalkan oleh IBM.
Pada
dasarnya, V.35 adalah antarmuka serial kecepatan tinggi yang dirancang untuk
mendukung kecepatan data yang lebih tinggi baik dan konektivitas antara DTE
(Data-peralatan terminal) atau DCE (Data-peralatan komunikasi) melalui jaringan
digital.
Dua
jenis perangkat diasumsikan pada setiap ujung kabel interkoneksi untuk kasus
hanya menambahkan DTE ke topologi (misalnya ke sebuah hub, DCE), yang juga
membawa kasus sepele yang kurang interkoneksi perangkat dari jenis yang sama:
DTE -DTE atau DCE-DCE. Kasus-kasus seperti perlu kabel crossover, seperti untuk
Ethernet atau modem null untuk RS-232.
DTE
adalah unit fungsional dari stasiun data yang berfungsi sebagai sumber data
atau data yang tenggelam dan menyediakan untuk komunikasi fungsi kontrol data
yang akan dilakukan sesuai dengan protokol link.
Peralatan
terminal data mungkin satu bagian dari peralatan atau subsistem yang saling
berhubungan dari beberapa bagian peralatan yang melakukan semua fungsi yang
diperlukan yang diperlukan untuk mengizinkan pengguna untuk berkomunikasi.
Seorang pengguna berinteraksi dengan DTE (misalnya melalui antarmuka
manusia-mesin), atau mungkin DTE pengguna. Biasanya, perangkat DTE adalah
terminal (atau komputer meniru terminal), dan DCE adalah sebuah modem atau
perangkat lain milik operator.
Sebagai
aturan umum, bahwa perangkat DCE menyediakan sinyal clock (internal clocking)
dan mensinkronisasi perangkat DTE pada jam yang disediakan (clocking
eksternal). D-sub konektor ikuti aturan lain untuk tugas pin.
a. Perangkat DTE 25 pin transmisi pada pin
2 dan terima pada pin 3.
b. Perangkat pin 25 DCE transmisi pada pin 3
dan terima pada pin 2.
c. 9 pin DTE perangkat transmisi pada pin
3 dan terima pada pin 2.
d. Perangkat pin 9 DCE transmisi pada pin 2
dan terima pada pin 3.
Istilah
ini juga umumnya digunakan dalam konteks peralatan Telco dan Cisco untuk
menunjuk perangkat jaringan, seperti terminal, komputer pribadi tetapi juga
router dan jembatan, yang tidak mampu atau tidak dikonfigurasi untuk
menghasilkan sinyal clock. Maka PC ke PC Ethernet koneksi juga dapat disebut
DTE DTE ke komunikasi. Komunikasi ini dilakukan melalui kabel crossover
Ethernet sebagai lawan dari PC ke DCE (hub, switch, atau jembatan) komunikasi
yang dilakukan melalui kabel Ethernet lurus.
BAB
III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Komunikasi
data adalah transmisi atau proses pengiriman dan penerimaan data dari dua atau
lebih device (sumber), melalui beberapa media. Media tersebut dapat berupa
kabel koaksial, fiber optic (serat optic) , microware dan sebagainya.Komunikasi
data juga terbagi kedalam beberapa jenis, yaitu komunikasi data ananlog dan
juga komunikasi data digital. Adapun jenis berdasarkan medianya ada komunikasi
data terreistrial yaitu komunikasi data dengan menggunakan media kabel tembaga
dan nirkabel, sementara jenis lainnya yaitu komunikasi data melalui satelit,
contohnya komunikasi data dalam dengan media wifi, internet,dll. Media
komunikasi data yang banyak dimanfaatkan diantaranya ada media kabel
tembaga,microwave, wireless, dan yang terbaru yaitu media fiber optic (serat
kaca). Dari sekian banyak media yang ada, media yang memiliki beberapa
kemampuan yang menonjol dimiliki oleh media fiber optic.
Transmisi
parallel Data dikirimkan sekaligus melalui, misalnya 8 kanal komunikasi.
Trasnmisi parallel digunakan bila dikehendaki kecepatan yang tinggi. Kanal
(jalur) komunikasi penerimaan harus mempunyai karakteristik yang baik. Dalam
pengiriman data secara serial harus ada sinkronisasi atau penyesuaian antara
pengirim dengan penerima agar data yang data yang dikirimkan ditasirkan secara
tepat dan benar oleh penerima. Transmisi serial data dikirmkan satu bit demi
satu bit lewat kanal komunikasi yang telah dipilh misalnya data dikirimkan
dalam bentuk kode ASCII dengan 7 bit untuk tiap karakter. Penerima juga harus
menerima data, bit demi bit. Untuk kode ASCII, satu informasi karakter terdiri
dari 7 bit.
Di
dalam sistem komunikasi data, karakter harus dikirimkan pada kanal komunikasi
dari 1 titik ke titik berikutnya. Karakter - karakter tidak dapat dikirimkan
secara langsung apa adanya, tetapi harus disandikan lebih dulu dengan sandi
yang telah dikenal. Sandi 7 bit dari International Standard
Organization(ISO) Dikenal sebagai
International Alphabet No.5 (IA5); versi Amerika Serikat yang disebut American
Standard Code for Information Interchange (ASCII). ASCII menyediakan 2 pangkat
7 = 128 kombinasi, 32 kode di antaranya digunakan untuk fungsi kendali seperti
SYN dan STX. Sisa karakter yang lain digunakan untuk karakter-karakter
alfanumerik, dan sejumlah karakter khusus seperti =,/,?.
Simplex
Merupakan bentuk komunikasi antara dua belah pihak, hanya saja sinyal-sinyal
yang dikirim secara satu arah. Half Duplex Merupakan bentuk komunikasi antara
dua belah pihak dan dua arah, namun secara bergantian (tidak dapat secara
bersama-sama) antara mentransmisikan dan menerima data. Full Duplex Merupakan
bentuk komunkasi antara dua belah pihak yang saling mengirim dan menerima
informasi dalamwaktu bersamaan.
Standar
adalah suatu hal yang penting dalam penciptaan dan pemeliharaan sebuah
kompetisi pasar daripada manufaktur perangkat komunikasi dan menjadi jaminan
interoperability data dalam proses komunikasi.
Data
Terminal Equipment (DTE) adalah instrumen akhir yang mengubah informasi
pengguna menjadi sinyal atau sinyal yang diterima reconverts. Ini juga dapat
disebut ekor sirkuit. Sebuah perangkat DTE berkomunikasi dengan peralatan
circuit-terminating data (DCE). Klasifikasi DTE / DCE diperkenalkan oleh IBM.
DAFTAR
PUSTAKA
http://en.wikipedia.org/wiki/Data_terminal_equipment
http://kuliah.dinus.ac.id/ika/kmdt04.html
http://indiraphysics.community.undip.ac.id/2010/03/23/sistem-akuisisi-data-sinkron/
http://kudotelekomunikasi.wordpress.com/2011/07/14/simplex-half-duplex-full-duplex/
http://linux.or.id/node/2392
http://zzzfadhlan.wordpress.com/2011/11/27/bab-7-komunikasi-data/